Filosofi Stoikisme: Obat Resah Manusia Modern
Kami Relawan - 3 years ago
Filosofi Stoikisme: Obat Resah Manusia Modern
Resensi buku How to Be a Stoic: Using Ancient Philosopy to Live a Modern Life (Massimo Pigliucci)
Filosofi Stoikisme adalah filosofi kehidupan yang mengajarkan manusia agar dapat hidup dengan kebahagiaan yang penuh, bersyukur, dan dapat mengontrol emosi. Filosofi ini diciptakan oleh Zeno dari Citium atau yang sekarang dikenal sebagai Cyprus pada abad ke-3 SM.
Filosofi Stoikisme ini dianut oleh beberapa filsuf dari Yunani, mulai dari Epictetus yaitu mantan budak, Seneca politisi di era Kaisar Nero, dan Marcus Aurelius seorang kaisar. Kelebihan dari filosofi stoikisme ini berisi pembahasan yang tidak menyinggung agama, RAS dan aspek lainnya, sehingga dapat diterima oleh banyak kalangan.
Filsuf stoik pernah berkata“kehidupan yang baik adalah ketika kita tidak membiarkan hal buruk yang telah terjadi (kepada kita) terus-menerus memengaruhi diri kita.” Berikut praktek untuk menjadi orang yang stoik atau menjadi orang yang bijak:
1. Menelaah Persepsi
Menelaah kesan dari hidup kita, dengan mengetahui apa saja yang bisa kita kendalikan atau tidak pada diri kita. Semakin kita menyadari apa yang bisa kita kendalikan, maka semakin kita bisa menerima apa yang terjadi dengan diri kita sendiri.
2. Segalanya Tidak Kekal
Semakin kita menyadari bahwa yang terjadi pada diri kita ini tidak baku, maka semakin kita bisa menjadi stoik, karena semua yang kita miliki sekarang hanyalah sementara.
3. Antisipasi Kemungkinan Terburuk
kita harus berencana atau mengantisipasi untuk hal-hal yang lebih parah, apabila kita terpeleset, maka kita bisa mengantisipasi hal-hal yang diluar batas wajar atau tidak direncanakan.
4. Kebijakan Sebagai Acuan
Manusia memiliki kapasitas yang bermoral untuk menunjukan toleransi, ibarat kata nggak ada hal yang kita nggak bisa jabanin.
5. Istirahat sejenak
Istirahat dan tarik nafas dalam-dalam.
6. Pahami Perspektif Orang Lain (Otherize)
Konsep bagaimana kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, kita harus membayangkan apa yang dilakukan oleh orang lain itu bisa saja terjadi dengan kita.
7. Bicara Seperlunya
Berbicara dengan cara yang minimalis, apapun yang kita artikulasikan itu dilakukan dengan cara yang baik atau berkenan.
Artikulasi menurut kbbi merupakan lafal atau pengucapan kata.
8. Bangun Sistem Dukungan (Support System)
Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang keren, atau bisa berteman dengan orang-orang yang stoik.
9. Jangan Baperan
Kalau kita diledekin, dibully, dikompromi atau disiasati maka biasakanlah untuk merespon dengan humor, karena humor adalah obat untuk banyak hal. nggak usah baperan, semakin kita dapat mengakomodasi hal-hal dengan humor maka semakin kita menjadi stoik.
10. Tidak Besar Cakap (Tentang Diri Pribadi)
Bahkan belajarlah untuk mendengar orang lain, semakin orang yang kita ajak mengobrol banyak bicara maka itu lebih baik. Karena kekuatan mendengar itu jauh lebih besar.
11. Jangan Terlalu Cepat Menyimpulkan
Ketika berbicara jangan menggunakan judegment, kalau kita ngobrol dengan siapapun jangan cenderung dengan penilaian yang apriori, semakin kita apriori dengan penilaian makan kita akan sulit berkomunikasi dengan orang lain.
12. Refleksi Diri
Merenungkan aktivitas sehari-hari yang kita jalani, catat serta jurnalkan plus-minusnya, agar kita dapat terus belajar dan memperbaiki diri.
